ads

Tuesday, January 1, 2013

hikmah cintaku

cerpen, cerita pendek, mengarang cerpen

       Jangan pernah menyakiti cinta
jika tak mau disakiti karena cinta
Kisah ini dimulai sejak aku telah beranjak pada usia 14 tahun. Banyak teman-teman ku yang mencoba mendekatiku. Entah kakak kelas atau adik kelas atau bahkan teman sebaya. Berawal dari pandang-memandang, ejek-mengejek, pasti itu yang sering mereka lakukan untuk mendekatiku. Sampai-sampai meminta nomor hpku. Dari sinilah kisahku dimulai.
Masa-masa yang indah sekarang akan segera musnah. Aku yang akan naik kelas 9, dan kakak kelas yang akan segera lulus membuat aku kesepian. Walaupun di sekolah aku tak terlihat dekat dengan mereka, tapi entah kenapa aku merasa kesepian jika tak ada kakak kelas yang bisa membuatku malu, tersenyum, dan menangis.
“Kak Riko, besok kakak masih masuk sekolah kan kak.?” Tanya ku.
“Iya fi, aku masih masuk sekolah memangnya kenapa..??  takut kehilangan aku yaa.?” Ledek Riko.
“Yehh,, pede amat sih kak..?? siapa juga yang takut kehilangan kakak. Cowok masih banyak kok, adik kelas juga banyak..” Jawab ku cemberut.
“ Iya-iya, kakak percaya kalo kamu bisa dapetin penggantiku.. tapi aku cemburu nih..!!!” Aku hanya terdiam.
“ Fi.. jangan panggil aku kakak dong.. nggak asyik! Panggil aja aku Riko. Okee..?” Tegas Riko.
“Iya deh, aku panggil kamu Riiikoo.. aku mau pulang..!” jawab Afi jutek.
“Kenapa sih kamu itu..?? ya udah ayo kita pulang. Nih pake helm dulu.”
Sesampainya dirumah, Aku langsung pergi ke kamar. dengan cepat aku mengambil buku catatanku. Aku  menulis...

Senin, 14 Mei 2012

Hari ini hari yang buruk tapi mengesankan.. aku ingin sekali hari ini adalah hari yang panjang,, aku masih ingin bersenang-senang dengan Kak Riko, aku juga ingin sekali menghabiskan hari ini dengannya. Tapi sayangnya khayalan itu tak akan terwujud.. hmmm.. kapan yaa aku bisa main bareng sama Kakakku yang ku sayangg..???
Sekian dulu ya buku harian ku... aku akan menceritakan kepadamu hal lainnya...

Malam ini kurasa malam yang sepi, ayah dan ibuku belum pulang. Aku hanya termenung memegang handphone ku, sambil sesekali aku melihatnya. Barangkali ada yang sms atau telfon, tapi sampai mataku memerah dan juga kantuk yang tak bisa diajak kompromi. Aku memutuskan untuk tidur.
“Afii...!!! bangun sayangg.. udah pagii cepetan mandii..”
“I.. iiyaa bu...!!!” Afi menjawab dengan nada lirih, dengan tangannya meraih selimut dan melipatnya.
Setelah mandi dan sarapan aku berangkat sekolah diantar oleh ayahku. Aku berjalan perlahan dengan memandang sekelilingku, wajahku tampak sama sekali tak ceria. Mataku hanya tertuju pada kelas 9, dalam hatiku sungguh tak merelakan kakak kelasku lulus. Tiba-tiba ada teriakan seorang anak laki-laki yang membuatku  terkejut.
“Afiiiiii....!!!!! tunggu akuu...!!!!!!” Aku menoleh dengan raut wajah yang heran, dan ternyata dia adalah Riko. Wajahku yang sebelumnya sedih, kini berubah menjadi senyuman yang indah. Aku tak menyangka hari ini Riko benar-benar masih masuk sekolah, aku kira Riko sudah ke Yogyakarta buat lanjutin sekolahnya.
“Woiii..!!! pamali pagi-pagi kok adikku tersayang ini udah ngelamun aja.”
“i..ii..a maaf kak Riko ehh maksudku Riko. Untung tadi jantungku nggak sampe copot. Riko juga pagi-pagi udah bikin orang kaget...!!!” aku menampakkan senyum manisku. Sedangkan Riko membalas senyumannya itu dengan melambaikan tangannya. Sepertinya itu adalah akhir pertemuanku dengan Riko setelah Riko selesai mengurus persyaratan pendaftaran sekolahnya.
Aku merasa Riko sekarang sudah agak berbeda dari hari-hari biasanya. Dulu dia sering sms, bahkan menanyakan keadaannya setiap saat, mungkin dia sedang sibuk atau bahkan sudah melupakan aku...???

***

Setelah Riko pindah sekolah dan aku pun juga sudah fokus dengan sekolahku, secara perlahan aku mulai melupakan Riko begitupula Riko juga melupakanku atau bahkan sia sudah benar-benar melupakanku. Setelah selesai mengerjakan PR ku aku mulai iseng-iseng buka Facebook, daripada galau mending facebook’an sama teman-temanku yang lagi online. Saat aku sedang asyik-asyiknya berbincang-bincang dengan teman ku melalui jejaring facebook tiba-tiba ada nomor baru yang menghubungiku. Entah aku tak tau itu siapa tapi setelah aku tanya-tanya tentang dirinya ternyata dia adalah teman kakak angkat yang aku sayang yang tidak lain adalah Oky teman Riko. Ternyata dia sudah menyimpan nomorku sejak lama namun dia tak berani menghubungiku karena dia malu dengan ku.
Menurutku Oky adalah orang yang cukup asyik malah dia lebih lucu daripada Riko dia juga pintar dalam bidang pelajaran apapun jadi nggak heran kalau dia masuk di sekolahan elite yang hanya menerima orang-orang yang IQ nya diatas rata-rata. Aku bangga sih bisa saling bertukar pendapat dengannya setiap aku mengalami kesulitan, namun hal yang tak aku sukai darinya adalah dia terlalu sibuk dengan belajarnya bahkan dia tak menyempatkan waktu istirahatnya untuk jajan ataupun makan. Dia lebih suka membaca buku di perpustakaan bahkan tak jarang dia membawa obat mag di kantongnya. Kehidupannya pun jauh dari kasih sayang orang tua nya.
1 tahun kemudian.....
Berkat motivasi dan dorongan dari Oky kini aku bisa lulus dengan hasil yang memuaskan. Aku bangga bisa membahagiakan orang tuaku. Walaupun peran mereka sebagai orang tua tak begitu nampak. Kalian pasti tidak tau  atau bahkan penasaran dengan hubunganku bersama Oky saat ini,, Iya kan..??? dia sekarang sudah menganggapku sebagai pacarnya dan begitupula aku. Setiap ada liburan panjang dia sering bermain kerumahku atau mengajakku pergi ke  tempat-tempat yang belim pernah aku kunjungi. (eeeee.. jangan ngeres hlo teman,, kita pergi bersama ke tempat-tempat yang bermakna menambah wawasan kita, seperti Taman Pintar, Museum atau tempat lainnya)
Lama aku menjalin hubungan bersama Oky. Kita pun saling mengenal sifat diantara kita dan kita pun saling memahami setiap perbedaan. Namun setiap manusia pastilah merasa selalu kurang kurang dan kurang. Maka saat Oky sibuk dengan sekolahnya aku pun mencari teman baru agar aku nggak selalu kesepian. Pucuk dicinta ulam pun tiba, begitulah pepatah mengatakan. Saat aku sedang membutuhkan seseorang, teman ku yang bernama Dian mulai mendekatiku. Yang sebelumnya biasa-biasa saja kini setiap aku menyapanya ia selalu tersenyum kepadaku. Entah mengapa setiap 1 hari nggak smsan sama dia, perasaanku menjadi gegana, bahkan bisa jadii galau tingkat dewa. Apakah itu yang namanya cinta monyet...???
Mungkin pilihanku ini di tempat yang salah. Benar-benar salah, namun aku melakukan ini karena aku kini tak pernah mendapat perhatian dari Oky. Maka kini aku terima Dian menjadi pacarku tanpa sepengetahuan Oky. Sebenarnya ini bukanlah tujuan awal ku. Baru pertama kali aku menduakan seseorang, dan karena baru pertama kali ini disela-sela sendawgurauku dengan Dian terbesit perasaan gelisah jika seandainya Oky mengetahuinya.
Kebetulan aku termasuk orang yang tertutup jadi sebisa mungkin aku menyembunyikan hubunganku dengan Oky jadi tak ada yang mengetahuinya. Saat itu Dian mengajakku untuk pulang bersama.
“Afi.. kelinci kecilku.. ntar mau nggak kalau sekali-kali aku antar pulang..??”
“gimana yaa... aku malu kalo ntar temen-temenku pada ngejek aku,,”
“owhh.. iya sekarang aku sadar,, sepedaku Cuma sepeda butut, jelek lagii... nggak kaya sepeda temen-temen ku yang vixion lah, Fu lahh... hembbbb..”
“bukannya gituu... tapii aku beneran takut kalo semua pada tau, kalo temen ku sih nggak papa,, hla kalo guruku tau...??”
Setelah berdebat akhirnya aku pulang naik bus, sedangkan Dian pulang bersama temannya. Dia marah dengan ku karena aku tak mau pulang bersamanya. Biarkan sajalah toh kalo sayang nanti juga baikan sendiri. Ngapain dipikir pusing-pusing kan masih cinta monyet.
Aku mencintaimu...
Lebih dari kekasihku.. aku mengharapkanmu lebih dari ini...
Aku mencintaimu...lebih dari kekasihku meski disaat ini hanya simpananku....
Sesampainya dirumah, aku langsung mencari ponselku, lalu terkejutlah aku saat ada 6 pesan bekum dibaca. Setelah aku buka pesan tersebut aku baca satu per satu, ternyata dia adalah Oky dia ganti nomor karena nomor yang dulu udah masa tenggang. Dia cerita kalau dia lulus dan dia juga minta maaf karena tak pernah mengabariku sebelumnya. Aku pun dengan santai memaafkannya tapi entah mengapa kebahagiaan ku mendengar hal itu tak begitu senang malah aku hanya membalas smsnya cuek. Dia mengira aku marah kepadanya karena dia tak pernah memberikan kabar. Tapi sebenarnya aku mulai bosan dengannya dan aku lebih bahagia dengan Dian.
Kini teman-temanku tahu kisah percintaanku yang rumit. Mereka awal-awalnya menanggapinya dengan santai tanpa reaksi marah, kaget girang atau yang lainnya. Aku sibuk dengan urusanku sendiri. Aku lebih mementingkan urusanku dengan Dian. Sampai-sampai sahabatku pun mulai aku lupakan. Ya nggak nglupain sihh,, Cuma nggak begitu aku pentingkan.
Baru kali ini, dalam kisah hidupku, kisah percintaanku, aku menduakan bahkan aku mempermainkan cintaku sendiri. Memang cintaku ini begitu rumit, dan aku tahu pada akhirnya ini akan menyakitkan. Itu semua membuat teman-temanku beranggapan bahwa aku gadis yang kejam. Aku terlalu memikirkan kepentinganku, sampai-sampai salah satu temanku menegurku.
“Fi.. ingatlah semua didunia ini ada batasnya.!! Kamu udah mulai lupain kita.. kamu udah mulai ninggalin kita.. hanya untuk kesenanganmu sendiri.!!!”
“iya aku tau aku minta maaf terus aku harus gimana buat maafin kesalahanku..??”
“kita nggak minta apapun tapi tolong, rubah sikapmu rubah sifatmu. Aku ingin persahabatan kita akur kayak dulu lagi.”
“iya aku akan mulai merubahnya,”
Selang beberapa minggu, kini aku mulai akrab kembali dengan sahabat-sahabatku. Dan kebahagiaan itu pun lebih berharga dibanding kebahagiaanku bersama kekasihku.
“by.. nanti aku boleh nitip sesuatu nggak..??”
“nitip apa..?? buat siapa..?? buat aku yaaa...??!! ahahha”
“bukan buat kamu kok.. GR badaii dechhh.. ya buat Dian lah buat siapa lagi.. kamu kan sekelas sama dia.. please yahh please,,, Feby baik dech..” rayuku
“iya.. iyaa. .. mana titipannya serta salamnya entar aku salamin special dehh..” aku pergi kedalam kelas untuk mengambil titipan untuk kekasihku Dian.
Minggu berlalu... malam berganti.. waktu berdetikk... Aku mulai cemburu dengan semua perilaku Feby dengan Dian. Walaupun Cuma sebatas teman tapi kalau kalian jadi aku, pasti kalian cemburu juga kan.?? Maka dari itu, saat aku melihat kedekatan keduanya aku mulai cemburu. Dan aku beranikan diri untuk bercanda dengan Feby. Intinya sih buat ngasih peringatan.
“feb... ehmm tadi dikelas dia ngapain aja,,?”
“nggak ngapa-ngapain dia Cuma bercanda sama aku ma Ririn.. dia itu asik banget kalau diajak bercanda. Tapi kalau soal pelajaran dia itu bikin orang bed mood tingkat raja dehh...”
“owhh.. enaknya yahh.. seandainya aku sekelas sama dia,,, hembb kayaknya seneng banget nihh”
“siapa juga yang seneng biasa aja tuh.”
Mulai sejak itu, aku melihat keakrabannya pun mulai dekat. Batas kesabaranku mulai hilang akhirnya aku larang Dian untuk terlalu dekat sama Feby. Istilahnya sih jaga jarak 5 meter gitu..
Aku tak tau kenapa akhir-akhir ini, Feby berusah menghindar dariku. Aku juga nggak tau apa salah ku.. atau pura-pura nggak tau yahh..??setiap aku bertanya, setiap aku mendekat,, dia selalu membalasnya dengan wajah juteknya sama tingkahnya yang acuh tak acuh. Aku pun muliai menelusuri (bukan menelusuri di mbah google hlo sobatt) mengapa tingkahnya begitu aneh, apa yang salah denganku.??
Kabar punya kabar, ternyata Feby mulai menjauhiku karena aku menyuruh Dian untuk tak lagi dekat dengannya. Maka nggak salah kalau dia marah sama aku.. tapii harusnya dia sadar kalau aku juga manusia, aku juga bisa cemburu. Karena omonganku yang membuat hatinya sakit dan perasaannya tersinggung, dia mulai menjauhiku. Saat teman-temanku tahu tentang permasalahan ini, serentak mereka semua menjauhiku.. kata lainnya sihh mengucilkanku. Untungnya masih ada teman yang mau berteman denganku. Dan dia pun juga tak begitu dekat dengan Dian. Saat aku makan sendirian di kantin sekolah. Feby cs datang, aku hanya diam sambil menyantap semangkok bakso panas yang pastilah nikmat dihadapanku (jangan pengen yahh temen-temen.. kalau mau beli ajahh).
Mbbraakk...!!! mendengar suara itu, membuat aku kaget, sampai aku hampir saja tersedak.
“temen-temen aku kasih tau yahh.. aku tuh sadar, aku Cuma orang miskin.. dia orang kaya.. aku sadar aku Cuma orang jelek dia cantikk,, tapi kenapa yahh dia merasa tersaingi pdahal aku lebihh rendah dari dia dan dia pun lebihh waoow dari aku, kenpa yahh..”
Sindiran yang disertai kata-kata kotor yang tak sopan didengar saat sedang makan  itupun membuat aku tak enak makan. Dan aku lebih baik mengalah, hanya diam dan berlalu dari tempat aku makan tadi (untungnya baksonya udah abis, mubazir kan kalau belum abis udah ditinggal duluan..).
Setiap hari hanyalah kata-kata kotor yang aku dengar dari mereka. 1 kali 2 kali, masih aku sabar-sabari.. tapii lama-kelamaan tingkah mereka semakin membuat aku sakit hati. Aku tak mengira bahwa masalahku yang kecil itu bisa jadi masalah yang luar biasa bikin orang malas hidup.
Pusing, capek smuanya jadi satu.. sambil istirahat didepan tv aku menerima  telfon.. tak lain itu dari teman-temanku..
“fii.. kenapa sih harus kita yang megalahh...?? daridulu kenapa harus kita yang ngaalahhh..!!!”
“ngalah gimana sih ..?? perasaan aku dah ngalah banyak sama kalian tapi kalian nggak bisa ngertiin aku.. kalian nggak bisa mencerna omonganku dengan baik..”
“kita ingin kita itu temenan lagi tanpa ada masalah.. masalah emang selalu ada tapi ayo kita selesaiin...”
“ya udah.. aku nurut sama kalian terus sekarang aku harus gimana..?”
“udah deh sekarang kamu deket sma kita lagi aja...”
“tapi apa bisa Feby terima sama semua ini..?”
“dia pasti bisa kok.. udah deh aku nggak mau kita ada masalah lagi..”
Aku kira, omongan itu bisa dipertanggung jawabkan.. namun apa.. saat aku mendekatinya malah yang ada aku mendapatkan sindiran, dan lagi-lagi perkataan kotor yang aku dengar. Maka dari itu aku lebih baik tak mendekatinya lagi.
Malam harinya aku berfikir, saat Ririn punya masalah yang hampir sama kayak masalahku ini, malah lebih parah.. tapi kenapa dia nggak sampai kayk gini malah didukung sama temen-temenku.. sedangkan aku maslah kecil saja dibesar-besarin malah masalah lama di omong-omongin lagi.. haduhh pusingg mendingan tidur aja dehh..
Paginya, aku lakukan kegiatan pagiku sebelum sekolah sperti biasanya. Namun entah mengapa kakiku berat sekali untuk melangakah meninggalkan rumah. Rasanya males banget ketemu sama temen-temenku itu. Tapi gimana lagi mau izin sakit ya nggak bisa ya udah lah terpaksa aku harus jalanin semuannya.
Di kelas lagi pada serius ngerjain tugas, karena gurunya nggak ada jadi dapet tugas. Tapi aku malah bertingkah sebaliknya, aku bad mood banget sampai-sampai tugasku satupun belum ada yang aku kerjakan. Ini semua gara-gara problem yang nggak kunjung finish tapii malah start terus. Huftt.. daripada nganggur mending aku tulis bait demi bait curahan isi perasaanku saat itu. Tak aku sadari coret demi coretan yang aku rangkai menjadi sebuah puisi yang mencereitakan tentang persahabatanku.
Sahabat hanyalah nama..
Sahabat hanyalah sebutan...
                Bagiku temanku adalah sahabatku
                Dan sahabatku hanyalah temanku....
  Mereka datang saat mereka butuh...
  Mereka berlalu saat kebahagiaan muncul..
                Semua kenangan tinggallah cerita
                Semua senyuman tinggallah luka...
Sindiran yang kalian lantunkan..
Begitu indah untuk mu..
Begitu sakiit untuk ku..
                Kini aku hanyalah sebutir debu..
                Yang hilang tertiup angin..
                Sendiri, menangis ketakutann..
                Tanpa uluran tangan sahabatku..
Aku menangis mereka tertawa
Aku tersenyum mereka membenci..
Aku sakit mereka bahagia..
Apa itukah arti sahabat yang sebenarnya..??

Aku tau, ini semua berawal dari perkataanku.. namun jika mereka memang sahabatku, seharusnya mereka menerima permintaan maafku. Bukan malah menolak permintaan maafku secara kasar. Aku lebih baik mempunyai 1 teman, yang menerima kelebihan dan kekuranganku. Aku lebih baik menerima 1 teman yang menegerti posisiku.. aku lebih baik diam untuk teman yang suka menyindirku. Semua permasalahan itu pun hanya aku ambil sisi positif dan hikmahnya.. intinya bahwa aku harus jaga setiap omongan dan perkataanku agar tak menyakiti hati orang lain.
Saat masalahku begitu banyak dan rumit. Tak ada satupun teman smsku yang menanyakannya, termasuk Dian. Sudah seminggu ini dia tak mengabariku. Itu membuatku curiga dan kuatir.. apakah dia baik-baik saja..??
Klingg.. klingg... dering penanda pesanku berbunyi. Saat aku kira itu dari Oky atau Dian ternyata perkiraanku salah. Terkejutnya aku saat aku membaca nama di pesan itu. Ternyata dia Riko orang yang dulu benar-benar aku sayang. Tapi mengapa dia datang disaat aku menjalin hubungan yang rumit. Aku pun senang bisa smsan sama Riko malahan pesan Oky dan Dian tak aku hiraukan lagi. Riko sekarang sudah meneruskan kuliahnya di jurusan ekonomi. Aku pun senang mendengar itu. Pasti kalian mengira aku adalah “playgirl” tapi sebenarnya aku tak seperti yang kalian kira.
Kecurigaanku yang aku pendam berhari-hari kini telah terjawab. Dan kekuatiranku kini sudah tak pantas aku rasakan. Sakit hati ini saat mendengar Dian dikabarkan sedang dekat dengantemanku sendiri. Aku pun marah besar, aku merasa hati ini hancur berkeping-keping entah apakah itu hukum alam atau karma aku nggak tau yang jelas saat itu aku mengakhiri hubunganku dengan Dian. Awalnya Dian tak mau memutuskan ku tapi setelah aku jujur dengannya akhirnya dia mulai meninggalkanku dan melupakanku lewat kisahnya dengan temanku sendiri.
Mungkin kurelakan.. untuk kau tinggalkan.. diriku disini harus mengakhiri.. aku yang merasa lelah kan menyerah.. karena tak selamanya selingkuh itu indah...
Kejadiaan itu tak akan aku lupakan. Disaat teman-temanku pergi dan kekasihku mengkhianatiku. Seakan tak ingin hidup seakan ingin lari dari masalah yang kuhadapi. Namun apakah itu mungkin.?
Hikmah yang aku dapat saat itu adalah.. jangan pernah menyakiti hati orang lain jika tak ingin disakiti... kejadian itu sangat cukup bagiku dan terakhir kali untukku dalam hidupku. Tak perlu dua cinta namun cukup 1 cinta.. jangan menduakan bila tak ingin di duakan...
Minggu ini, aku puaskan waktu luangku untuk menenangkan diri. Tapi saat aku terdiam, ponselku berdering “klingg klingg” tanda pesan itu membuat aku segera mengambil ponselku. Pesan itu berisi
Menangis aku kenang saat hatiku kau tinggalkan, hnaya sakit yang aku pendam dalam rindu yang semakin dalam..  tak tau harus dimana ku temukan jawabnya..
Kau pujaanku dimana.. ku sakit harus menunggu lama.. merana hati merana dalam rindu aku bertanya....
Aku tersenyum, membaca pesan itu yang tak lain dari Oky. Ternyata dia tak melupakanku. Dia masih mengingatku. Akhirnya aku habiskan mingguku bersamanya. Walaupun hanya lewat pesan.
Disekolah, aku selesaikan kegiatanku seperti biasanya. Pulang sekolah aku melihat foto yang telah usang dan nggak begitu jelas. Maklum foto kenang-kenangan waktu masih SD. Walau usang, masih aku kenal betul salah satu temanku yang duduk didekatku. Dia adalah Reno, teman dekatku dulu. Akupun penasaran kemana kini dia berada.. tiba-tiba aku mulai merindukannya. Dia adalah orang yang mengajarkanku tentang persahabatan. Memang dia cowok tapi persahabatan tak mengenal gender. Iya kan..?? cewek cowok sama-sama bisa dijadiin sahabat. Reno juga pernah menyelamatkanku dari kecelakaan yang mungkin tanpa dia aku tak akan hidup sampai saat ini. Tanpa dia saat itu aku tak akan mengenal Oky. Bagiku dia sangat baik, cerdas, dan sangat menjaga perasaan orang ain. Pokoknya dia perfect banget. Tapi sayangnya saat itu aku masih belum tau yang namanya percintaan maka dariitu kedekatanku dengannya tak menimbulkan rasa dag dig dug. Tapi entah jika saat ini aku dihadapannya. Apakah rasa dag dig dug itu akan muncul..??
Lama aku tak menerima pesan dari Oky. Pulang sekolah, saat aku mulai menanyakan kemana Oky saat ini... aku lihat sudah banyak pesan menantiku. Saat pesan pertama, tak ku sangka dari Oky aku baca isinya....
Aku tertipu kehilanganmu yang ku anggap semuanya baik-baik saja...
Ku tak menyangka dibelakang mu.. kau tigakan cintamu yang hanya kepadaku.
Aku bingung, kenapa dia mengirim pesan itu kepadaku. Apakah dia tau apa yang sudah terjadi..??? setelah aku tanyakan beberapa kali kepadanya, ternyata dia tahu semua ini dari temenku Ririn. Ternyata dia juga kenal Oky dari facebook. Apa sih yang mereka inginkan..?? sampai-sampai mereka menghancurkan segalanya. Menghancurkan rencanaku. Mereka senang saat aku sedihh.. aku tak suka dengan semua ini. Saat semua itu terfikir di otakku, pesan masuk dari Oky aku baca isinya..
Alasannya sering kali ku dengar
Alasannya sering kali kau ucap
Kau dengannya seakan ku tak tau
Sandiwara apa yang telah kau lakukan.. kepadaku..
                Jujurlah sayang,, aku tak mengapa..
                Biar semua jelas tlah berbeda..
                Jika nanti aku yang harus pergi.. kuterima walau sakit hati..
Air mataku tak bisa ku bendung lagi. Setetes demi setetes air mata itu membasahi pipiku. Dan aku pun membalas pesannya
Maafkan ku menduakanmu mencintai dia, dibelakang kamu,,,
Salahkah semua tingkahku yang keterlaluan menyakiti kamu. Ku tak bisa menahan rasaku, saat kau jauh dariku tak bisa hidup tanpa cinta..
Maafkanlah ku melukis luka, membuatmu bersedih mengundang air mata. Cinta tak mengapa kau marah tapi 1 ku pinta jangankau usaikan kita.. maafkan aku.
“semua yang terjadi hari ini tak mungkinnnn...!!!!!!!!!!!!!!! aku tak percaya dengan semua ini. Semua mustahil...!!!! Okyy maafkan aku telah menyakitimuu maafkan aku.”
Dengan tangis yang tak kunjung reda aku membalas pesan Oky. Oky pun berusaha menutupi amarah dan sakit hati yang dirasakannya. Malah dia mencoba menghiburku dan menceritakan kisah ku dengan seseorang yang lebih sempurna daripada dia.
Bila nanti kita berpisah jangan kau lupakan kenangan yang indah kisah kita jika memang kau tak tercipta untuk ku miliki cobalah mengerti yang terjadi
Bila mungkin memang tak bisa jangan pernah coba memaksa tuk tetap bertahan di tengah kepedihan jadikan ini perpisahan yang termanis yang indah dalam hidupmu sepanjang Waktu semua berakhir tanpa dendam dalam hati maafkan semua salahku yang mungkin menyakitimu
semoga kelakkan kau temukan kekasih sejati yang kan menyayangi lebih dariku

Setelah semuanya berakhir aku mulai menyadari cinta itu  harus saling memahami, cinta itu harus saling mengerti, jangan lari dan meninggalkan cinta hanya karena ego yang kita  punya. Berfikirlah sebelum bertindak. Ternyata itulah hikmah cinta yang aku dapat.

***

Lama aku jauhi cinta. Sakit yang membekas tak kunjung hilang. Kejadian 5 bulan lalu membuat ku trauma dalam hal cinta. Aku lebih senang menyendiri disaat aku teringat dengan kisah ku. Tapi disaat aku ingin melupakannya aku senang berkumpul dengan teman-temanku.
“ Nis,, nanti kita bisa main nggak..?? aku bosen dirumah sendirian..!!??”
“iya,, bisa aja kok.. mau maen kemana..??”
“kemana aja boleh yang penting jangan dirumah. Nanti kita main ke malioboro aja, besok kan minggu. Kita happy-happy disana aja.”
“kalo gitu oke dechh...”
Malam ini aku bersenang-senang di malioboro. Saat aku sedang membeli es krim, tak sengaja aku menepuk bahu seseorang yang aku kira dia yang berjualan es krim.
“bang..  beli es krim magnum gold 2 yah bang...!!!”
Lelaki itu hanya terdiam dan saat lelaki itu menengok ke belakang ternyata...
“Afii.....”
“haaaaaa..... kka kaamuu Riko...??? kamu bener Riko kan..??”
“ihh kok masih ingat aja sihh..?? eh kabarnya kamu udah end sama Oky temenku..??”
“terus gue harus traktirr end bilang waooow gituuu..???”
“aehhehehh... lebay amat adik ku ini.. ya enggak gitu tapii kamu tau nggak keadaan Oky saat ini..??”
“ emangnya Oky kenapa..??? apa dia udah punya pacar baru lagii..?”
“kok gitu sih ..?? dia itu masih sayang sama kamu.. dia masih harapin kamu.. tapi dia udah nggak pernah sms kamu karena sakit yang dideritanya memaksa dia dirawat dirumah sakit.”
“apaaa..?? dia masuk rumah sakitt..?? dia sakit apa..??”
“dia sakit liver, dia juga susah makan. Sebaiknya kamu jenguk dia dan hilangin semua kebencian mu ma dia.. dia masih harapin cinta kamu..”
Tiba-tiba Nissa teman ku datang memutus percakapan ku dengan Riko.
“ehh kaliian malah ngobrol disini sihh.??? Dari tadii es krimnya aku tunggu malah belum di beliin... hembbb Afiii ngobrol apaan sih ama dia..?”
“maaf Niss,, kenalin ini Riko kakak kelas ku dulu sewaktu aku masih SMP.”
“owhh,, ya udah monggo dilanjut lagii aku nggak bermaksud mau mengganggu pembicaraan kalian kok.”
Nissa pergi meninggalkan aku dan Riko dengan membawa es krim magnum kesukaannya. Baru aku ketahui bahwa Nissa nggak sendirian, dia bersama temannya atau pacarnya aku juga nggak tau, yang pasti saat ini aku panik dengan keadaan Oky.
Paginya aku bangun terlalu siang. Aku langsung bergegas mandi dan mencari ponselku. Aku menelfon Riko untuk bertemu di suatu tempat lalu pergi ke Rumah Sakit untuk mengunjungi Oky. Disana aku melihat Oky yang sudah tak berdaya lagi, wajahnya pucat, tak segemuk yang aku tahu dulu. Disanalah aku menahan isak tangis ku berusaha membuat Oky senang dengan kedatanganku.
Saat ku buka pintu kamar pasien, aku berusaha menyembunyikan kesedihanku, namun saat aku mulai mendekatinya dia langsung bertanya
“siapa pacar mu saat ini,.?? Pasti lebih sempurna dibanding aku. Hahahha,, pasti gampang cari cowok selain aku, secara pacaran sekali aja gandeng 3 cowok.”
“Oky.. aku jujur aku masih sayang kamu.. aku minta maaf waktu itu aku hanya menuruti ego ku saja. Oky aku minta maaf...”
“kamu tak perlu minta maaf.. sudah sewajarnya orang seperti aku kau jauhi  karena aku hanyalah orang penyakitan... ahhahha mustahil jika ada yang mau dengan ku.”
“jangan ngomong kayak gitu,, aku sudah menyadari semuanya dan aku baru tau bahwa yang aku inginkan hanyalah kamu... kamu hanya untuku”
Saat itu pun suasana menjadi hening. Dan Oky pun hanya terdiam. Saat itu juga aku memecah suasana keheningan tersebut dengan menyanyikan sepatah lagu...
Dengar laraku.. suara hati ini memanggil namamu karena separuh aku dirimuu.... Oky..
Saat itu juga Oky tersenyum manis kepadaku, dia bilang bahwa dia akan selalu mengingatku sebagai bidadari kecilnya. Aku pun membalas senyumnya dengan senyum penuh kasih sayang.
Setiap hari setiap pulang sekolah aku usahakan untuk menjenguk dan menemani Oky di Rumah sakit, setiap saat aku juga sering menyanyikan lagu untuknya..
Dengarlah bintang hatiku, aku akan menjagamu.. dalam hidup dan matiku, hanya kaulah yang kutujuu,, dan teringat janjiku padamu suatu hari pasti akan ku tepati.. aku akan menjagamu semampu dan sebisa ku walau kutau raga mu tak utuh.. ku trima kekuranganmu dan ku tak akan mengeluh karena ku tau engkau lah nyawaku.
 Orang tuanya sudah tak memikirkannya lagi. Aku pun juga tak tau dimana orang tuanya kini berada. Rasa prihatinku dengannya sangat-sangat dalam. Sampai-sampai aku bermalam di Rumah sakit. Aku selalu berusaha untuk memotivasi dan memberi dia semangat agar  segera sembuh. Itu mengingatkan aku saat dulu ia menyemangatiku sampai aku lulus dengan hasil yang memuaskan, bagiku itu adalah hal yang sepele tapi wajib diingat.
Paginya aku mendapat kabar dari dokter bahwa Oky sedang kritis dan kini dia dirawat di UGD. Hal itu membuatku kaget bercampur sedih. Dokter juga mengatakan bahwa bukan hanya Liver yang Oky derita. Menurut dokter, dia juga mngidap penyakit Jantung. Dokter pun sudah mengfonisnya bahwa hidupnya hanya bertahan 6 bulan kedepan. Mendengar kabar tak menggembirakan tersebut kakiku serasa tak kuat lagi menopang berat badanku.. mataku tak sanggup lagi melihat keadaan sekitar dengan jelas. Aku menuju kamar pasien dengan langkah kecil tanpa membawa sedikit harapan, aku lihat dari celah pintu Oky terbaring di ruang UGD. Semangatku layu, kini aku tak tahu harus bagaimana lagi. Penyesalan yang aku rasakan begitu terasa jika aku mengingat kejaadianku pada waktu lampau. Saat aku menduakannya, saat aku tak memperdulikannya, saat aku membohonginya, dan saat aku tak bersyukur bisa bersamanya. Kini dia terbaring lemah, hanya harapan semu yang aku fikirkan. 1 harapanku kepada Tuhan adalah ‘izinkan dia hidup lebih lama, untuk membalas kesalahan ku.. aku ingin bersenang-senang bersamanya.’
Malam ini aku tak bisa tidur, aku beranikan diri untu masuk ke ruang UGD tanpa sepengetahuan dokter ataupun perawat.
“aku minta maaf Oky. Aku benar-benar belum merelakanmu pergi.. aku ingin melihat kau tertawa lepas.. aku ingin melihat kau bahagia,,,”
Kalimat itu aku ucapkan didepannya dengan menahan isak tangisku. Tiba-tiba keajaiban datang. Oky membuka matanya dan dia hanya diam serta dalam raut wajah kebingungan.
“ke.. kenapa aku di ruang UGD..?”
“nggak kenapa-kenapa kok.. tenang aja.. ini hanya mimpi...”
Paginya perawat memindahkan Oky ke kamar pasien, karena keadaan Oky mulai membaik.
Pulang sekolah dengan bahagia, aku bawakan bunga segar untuknya agar dia cepat sembuh. Aku taruh bungga itu dimeja samping dekat tempat tidurnya. Aku tersenyum melihatnya, dia pun membalas senyumku. Aku sering menceritakan hal-hal yang terjadi di hari itu.
Dokter memanggilku untuk menemuinya diruang prakteknya. Aku lalu meninggalkan Oky dan menemui dokter. Dokter mengingatkan tentang penyakit yang Oky derita. Dan dokter juga menasehatiku supaya aku tak sering menyinggung perasaannya aku harus selalu membuatnya senang. Karena hal itu, aku teringat oleh kata-kata dokter bahwa hidupnya tak lama. Aku mengintip Oky di celah pintu. Dia terlihat senang tersenyum memegang bunga dariku. Entah apa yang dia rasakan saat itu, akupun tak tahu yang pastii senyumnya adalah senyumku.
Mulai saat itu aku hilangkan segala fikiran negatifku dan aku berusah semaksimal mungkin memberinya semangat untuk sembuh. Dokter mengakui bahwa hari-harinya semakin membaik dan semua itu membuktikan bahwa fonis dokter tidak selalu benar. Buktinya 1 minggu lagi dia sudah diizinkan untuk pulang. Karena dia tak mempunyai tempat tinggal dan tak punya saudara mereka ikut denganku, supaya ada yang mengurusnya jika sakitnya kambuh.
Waktu terus berlalu.. hari terus berganti.. bulan terus berjalan. Kini aku fokuskan untuk mencari pekerjaan. Sedangakn Oky sekarang sudah bekerja menjadi wirausaha yang cukup sukses. Dia sekarang sembuh dan aku dengannya kini dekat kembali. Setelah perjuangan bertahan hidup dengan obat-obatan kini dia bisa melakukan aktifitasnya seperti dulu. Aku pun juga selalu mengingatkan dan memberinya semanagat supaya ia rutin melakukan terapi pengobatan dan berolah raga.
 Semua sudah semakin dewasa kami memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Kita  bertunangan pada tanggal kita jadian dulu. Banyak teman-temanku yang bilang aku serasi dengannya. Itu membuatku semakin semangat untuk menjadikan ia yang terakhir. Kita saling menerima perbedaan dan saling berkomunikasi agar terhindar dari salah paham yang dulu membuat kita sakit hati.
Saat ini aku ditugaskan untuk meeting keluar kota. Terpaksa aku harus meninggalkan Oky sendirian dirumah. Aku terkejut saat rekan kerja yang aku temui tak lain adalah Dian. Orang yang dulu pernah menjadi cinta keduaku. Orang yang dulu menyakitiku. Dengan profesional aku menghilangkan kenangan itu, dan fokus untuk bekerjasama dengan kantornya untuk pemasaran produk terbaru dari perusahaanku. Dan jika aku menyia-nyiakan kesmpetan ini bisa-bisa perusahaanku mendapat kerugian yang begitu besar. Maka dari itu aku menahan rasa sakitku dalam-dalam.
Akhirnya rapat selesai juga. Dan Dian menyetujui untuk bekerjasama denganku. Saat aku pulang, ternyata Dian menungguku di parkiran mobil. Aku hanya terdiam dan beralasan untuk segera pulang ke hotel.
“hai.. kamu Afi kan..?”
“iya pak.. memangnya kenapa..?”
“sudahlah jangan panggil aku pak.. kamu dulu kan orang yang pernah aku sayang,”
“itu semua hanya masa lalu, aku bekerjasama dengan mu bukan untuk mendekatimu. Tapi demi perusahaanku.”
“oo.. apakahh benar itu semua..? aku bisa memberimu keuntungan lebih di proyek ini. Asalkan kamu mau kembali denganku.”
“maksudmu apa..?? maaf aku masih punya kepentingan lain.”
“tenang sayangg.. aku akan membenaskanmu... tapi ingat tawaranku tadi”
Aku langsung pergi meninggalkannya. Dan saat aku pulang Oky menyambutku dengan bahagia. Walaupun wajahnya pucat. Ternyata dia habis kambuh, tapi ia tak berani mengabariku.
Disela-sela kebahagiaanku dengan Oky, aku menerima pesan dari nomor yang tak ku ketahui pemiliknya, isinya ....
Ingat tawaranku tadi.. jika kau tak memberi keputusan secepatnya, aku akan batalkan perjanjian untuk bekerjasama denganmu.
Setelah aku membacanya, aku benar-benar bingung semuanya penting. Aku tak bisa menanggung kerugian perusahaan jika aku gagal bekerjasama dengannya, namun disisi lain aku tak akan menduakan Oky untuk yang kedua kalinnya. Aku tak ingin masa laluku terulang.
Aku tolak tawaran Dian, dan itupun aku fikir benar-benar. Itulah jalan terbaik. Seminggu setelah itu, aku dipecat dari perusahaan dan harus menanggung kerugian perusahaan yg begitu banyak. Tak mungkin aku bisa membayarnya. Aku beranikan diri untuk berkata jujur dengan Oky.
“maafin aku Oky, mungkin kabarku ini membuat kamu sedih.”
“memangnya ada apa to fii..?”
“aku di PHK dan aku harus mengganti kerugian sebanyak 75 juta”
“apa..?” nafasnya kini terasa sesak, penyakit jantungnyapun kambuh. Dengam isak tangisku aku mencari obat untuk meredakan rasa sakitnya. Aku tak tahu harus bagaimana lagi.. aku benar-benar lupa kalau Oky nggak boleh dapet berita yang buat dia terlalu shock.
Rumah yang dulunya megah kini hanya kost-kostan kecil, yang tak terawat. Rumahku aku jual untuk membayar kerugian di perusahaan dan sisanya aku tabung sewaktu-waktu aku memerlukannya. Mengingat Oky mempunyai penyakit yang sewaktu-waktu kambuh dan harus dibawa kerumah sakit. Kini aku bekerja diperusahaan Oky. Memang takdir, dulu perusahaan Oky begitu tenar, tapi kini hanya sedikit yang mau bekerjasama dengannya karena tersaingi oleh perusahaan Dian.
Karena sudah lama kita tunangan dan lika-liku kehidupan dijalani bersama-sama. Aku dan Oky memutuskan untuk menikah. kami benar-benar bahagia saat mendapat restu dari orangtuaku. Aku tak sabar ingin mempercepat hari itu dan menjalani kehidupan ini dengan Oky.
Semua telah siap. Undanganpun tinggal menunggu untuk disebar. Dan terlihat raut wajah bahagia antara aku dan Oky, walaupun masih menghitung hari mereka menikah tapi moment-moment itu sudah dirasakan oleh keduanya.
Afi hari ini begitu senang. Raut wajahnya begitu ceria dengan membawa tas berisi undangan pernikahannya dia pulang sendirian ke kampung halamanya. Sebenarnya Oky tak mengizinkannya Afi pergi sendirian tapi  Afi tak mendengarkan pesan Oky calon suaminya.
Saat Oky sedang menonton berita di televisi, dia terkejut dengan berita terkini yang mengabarkan bahwa kecelakaan bus yang terjadi di jalan Raya Solo-Yogyakarta menelan korban yang cukup banyak. Dan setelah Oky mendengar berita tersebut ia shockk dan langsung menghubungi keluarga yang berada di Solo. Ternyata Afi ikut dalam kecelakakan tersebut.
Paginya polisi mendatangi rumah Oky.
Thookk.. thookk...
“iya..”
“maaf apa benar ini rumah bapak Oky..?”
“iya benar, ada apaa ya pak..?”
“ini, kami telah membawa barang-barang alm. Istri anda,”
“tidak... tidakk.. ini tak mungkin terjadi..”
 Lalu dia memberikan barang-barang yang diantaranya ada tas calon istrinya yaitu Afi. Dia terkejut karena dihadapannya saat ini adalah jenazah istrinya. Dia menangis dan memeluk jenazah istrinya tersebut. Saat tas dibuka dia terkejut dengan undangan pernikahan mereka yanag akan dirayakan 5 hari lagi. Dia menangis seakan semua itu mimpi. Dia tak menyangka bahwa orang yang dia sayang lebih dulu meninggalkannya. Kebahagiannya kini sirna, semua rancangan pernikahannya kini tinggalah bayangan.
Paginya semua saudara dan orang tua termasuk Riko datang melayat dan ikut memakamkan jenazah  Alm Afi. Semua menangis termasuk Oky, Oky pun menuliskan sebuah catatan dan diletakkan didekat makam calon istrinya.
Dibawah batu nisan kini ku tlah sandarkan kasih sayang kamu, begitu dalam sungguh ku tak sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta..
Inilah saat terakhirku melihat kamu jatuh air mataku menangis pilu hanya mampu ucapkan.. selamat jalan kasiihh...
 kini bidadari kebahagiaanya telah kembali ke surga. Dan dia yakin Afi akan selalu mengingatnya di surga.

Ingatlah teman, kebahagiaan tidak akan jauh dari kesedihan dan sebaliknya. Semua didunia ini tak ada yang abadi. Manusia bukanlah orang yang sempurna, terkadang mereka bohong, terkadang mereka jujur itu semua terjadi karena mereka sendiri yang merubahnya. Sebenarnya orang lain tak bisa merubah sikap sifat kita, tapi melalui kasih sayang, orang itu akan bangkit bangkit dan menjadi kuat dan bahkan lebih kuat karena niat, keinginan mereka dan kasih sayang dari orang di sekitarnya.
 
 Nama                     : AUDI NUERMEY HANAFI
T.T.L                      : WONOGIRI, 27 MEI 1998
Alamat                   : GIRITONTRO LOR, RT 01/01, WONOGIRI
Hobby                     : MEMBACA, MENDENGAR MUSIK, MENCARI HAL BARU
Cita-cita                : MEMBAHAGIAKAN ORTU DGN PRESTASIKU    SENDIRI
Warna fav              : UNGU, HIJAU APEL
Prinsip                    :  MIMPIKU ADALAH MASA DEPANKU...

                                    Maka dari itu, mimpilah setinggi langit asalkan itu positif, dan yakinlah jika kau bisa meraihnya. Dan jangan sesekali kau mimpikan hal-hal yang negatif. Karena setiap mimpi setiap kata, itulah doa.